Yogyakarta, 25 Februari 2026 – Pada Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026, Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis (SIG), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada kembali meluluskan mahasiswa dengan karya inovatif berbasis teknologi geospasial yang relevan dengan kebutuhan pembangunan masa kini.
Proyek akhir periode ini memperlihatkan penguatan pada pemanfaatan machine learning dan deep learning untuk analisis infrastruktur, pemodelan spasio-temporal dinamika lahan dan suhu permukaan, serta pengembangan WebGIS untuk mendukung pengelolaan sampah, infrastruktur perkotaan, dan visualisasi data kemiskinan. Secara substansi, karya-karya tersebut selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 16 (Kelembagaan yang Tangguh). Hal ini menegaskan peran strategis SIG sebagai jembatan antara teknologi, data spasial, dan kebijakan publik.
Yogyakarta, 8 Januari 2026 – Delapan mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis (SIG), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada berkontribusi langsung dalam Program Ekspedisi Patriot yang diselenggarakan oleh Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia pada Agustus hingga Desember 2025.








Yogyakarta – Inovasi kebijakan pendidikan di Kota Yogyakarta mendapat perhatian melalui penerapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berbasis domisili spasial, yang didukung oleh Sistem Informasi Geografis (SIG). Sistem ini menggantikan skema zonasi administratif yang selama ini dinilai rawan manipulasi dan tidak adil. Inovasi ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 dan 16, yaitu pendidikan berkualitas dan pemerintahan yang transparan dan inklusif.
Yogyakarta – Dalam menghadapi tekanan urbanisasi yang semakin intensif di wilayah Jabodetabek, upaya untuk menjaga keseimbangan ekologis menjadi semakin mendesak. Salah satu pendekatan strategis yang kini dikembangkan adalah pemanfaatan teknologi penginderaan jauh untuk memantau kualitas lingkungan secara lebih efisien dan akurat. Teknologi ini memungkinkan pemetaan kondisi ekologis wilayah perkotaan dalam skala luas, waktu nyata, dan berbasis data objektif, sehingga dapat menjadi landasan penting dalam pengambilan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.