


Yogyakarta, 28 Januari 2026 – Empat mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis (SIG), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, yaitu Farmana Ditya Alya Safitri, Rasyidini Ayu Rahmawati, Risma Enggar Sri Kawurihan, dan Rowina Andini, melaksanakan Kerja Praktik di Direktorat Atlas dan Penggunaan Informasi Geospasial, Badan Informasi Geospasial (BIG) pada September hingga Desember 2025. Kegiatan ini menjadi wujud implementasi pembelajaran vokasi berbasis praktik industri yang mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam sistem kerja profesional lembaga pemerintah nasional serta terlibat dalam proyek strategis yang berdampak luas.

Gambar 1. Dokumentasi Proses Editing dan Standarisasi Data Geospasial di berbagai wilayah Indonesia.
Tahap awal kegiatan difokuskan pada editing atribut dan standardisasi data dasar berupa jaringan jalan dan sungai dari berbagai provinsi di Indonesia. Proses ini mencakup perbaikan inkonsistensi atribut, penataan ulang struktur basis data, serta penyempurnaan topologi jaringan agar memenuhi standar nasional. Data yang telah terstandarisasi kemudian digunakan dalam penyusunan Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai peta dasar nasional. Fondasi data yang akurat dan konsisten ini menjadi langkah krusial dalam mendukung tata kelola informasi geospasial yang andal, sekaligus berkontribusi pada penguatan sistem infrastruktur data nasional yang sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya dalam aspek pengembangan infrastruktur informasi berbasis teknologi.

Gambar 2. Dokumentasi Kegiatan Kerja Praktik dan Penyusunan Peta Arah Kebijakan Wilayah di Badan Informasi Geospasial.
Setelah fondasi data dasar tersusun, kegiatan berlanjut pada digitasi wilayah analisis dan penyusunan Peta Arah Kebijakan Wilayah untuk tujuh region pembangunan, yaitu Jawa, Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Bali–Nusa, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045. Proses simbolisasi dan penyusunan layout dilakukan secara bertahap melalui evaluasi dan revisi teknis agar menghasilkan peta yang informatif, proporsional, dan mudah dipahami. Peta Arah Kebijakan Wilayah ini merepresentasikan prioritas pembangunan nasional dalam bentuk spasial, termasuk koridor ekonomi, pusat pertumbuhan, kawasan strategis, serta arah pengembangan wilayah jangka panjang. Melalui penyajian visual yang sistematis, peta ini mendukung perencanaan ruang dan pengembangan wilayah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, selaras dengan SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, karena informasi spasial menjadi dasar dalam penataan ruang dan penguatan struktur wilayah nasional.

Gambar 3. Dokumentasi Hasil Penyusunan Peta Arah Kebijakan Wilayah di Beberapa Wilayah Indonesia.
Selain peta arah kebijakan, atlas kewilayahan juga memerlukan gambaran keterhubungan antardaerah sebagai bagian penting dari sistem pembangunan nasional. Mahasiswa melakukan ekstraksi data bandara dan pelabuhan dari data RBI provinsi yang kemudian diintegrasikan menjadi satu dataset nasional simpul transportasi strategis. Integrasi tersebut menghasilkan dasar penyusunan Peta Konektivitas Indonesia, yang menggambarkan hubungan antarsimpul transportasi laut dan udara dalam mendukung jaringan logistik dan mobilitas wilayah. Informasi ini berperan dalam mendorong efisiensi distribusi, pemerataan akses, serta penguatan integrasi antarwilayah, yang relevan dengan agenda pembangunan berkelanjutan pada aspek konektivitas dan pemerataan pembangunan.

Gambar 4. Dokumentasi Kegiatan Peluncuran Peta NKRI Edisi Tahun 2025 oleh Badan Informasi Geospasial.
Secara keseluruhan, kerja praktik ini menghasilkan tiga produk utama, yaitu Peta NKRI sebagai peta dasar nasional, Peta Arah Kebijakan Wilayah untuk tujuh region, serta Peta Konektivitas Indonesia sebagai representasi keterhubungan nasional. Ketiga produk tersebut terintegrasi dalam Atlas Kewilayahan yang disusun BIG dan mencerminkan sinergi antara pengolahan data dasar, digitasi wilayah, penerapan prinsip kartografi, serta analisis spasial sesuai standar profesional lembaga. Keterlibatan mahasiswa dalam proses ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah, yang sejalan dengan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dalam menghasilkan sumber daya manusia geospasial yang kompeten dan mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional berbasis data yang akurat, terstandar, dan berkelanjutan.
Kontak:
Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis
Departemen Teknologi Kebumian
Sekolah Vokasi UGM
Email: str-sig.sv@ugm.ac.id
Telepon: (0274) 551255 ; +6285740262040
Website: sig.sv.ugm.ac.id
