Yogyakarta, 25 Februari 2026 – Pada Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026, Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis (SIG), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada kembali meluluskan mahasiswa dengan karya inovatif berbasis teknologi geospasial yang relevan dengan kebutuhan pembangunan masa kini.
Proyek akhir periode ini memperlihatkan penguatan pada pemanfaatan machine learning dan deep learning untuk analisis infrastruktur, pemodelan spasio-temporal dinamika lahan dan suhu permukaan, serta pengembangan WebGIS untuk mendukung pengelolaan sampah, infrastruktur perkotaan, dan visualisasi data kemiskinan. Secara substansi, karya-karya tersebut selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 16 (Kelembagaan yang Tangguh). Hal ini menegaskan peran strategis SIG sebagai jembatan antara teknologi, data spasial, dan kebijakan publik.
Yogyakarta – Inovasi kebijakan pendidikan di Kota Yogyakarta mendapat perhatian melalui penerapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berbasis domisili spasial, yang didukung oleh Sistem Informasi Geografis (SIG). Sistem ini menggantikan skema zonasi administratif yang selama ini dinilai rawan manipulasi dan tidak adil. Inovasi ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 dan 16, yaitu pendidikan berkualitas dan pemerintahan yang transparan dan inklusif.
Pemilu Presiden Indonesia tahun 2024 merupakan momen bersejarah yang akan menentukan arah masa depan Indonesia. Di tengah era digital yang serba cepat, kebutuhan akan transparansi, partisipasi publik, dan aksesibilitas data semakin mendesak. Pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses demokrasi kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan untuk memastikan bahwa setiap suara terhitung, dan ditampilkan dengan jelas.