Yogyakarta, 27 Februari 2026 – Tiga mahasiswi Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis (SIG), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi UGM, yakni Tita Amalia Sudarma dan Rindi Tri Setyaningsih yang melaksanakan magang di PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT), serta Annisa Cahyarina yang melaksanakan magang di PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan (UIP Sumbagsel), menjalankan program magang industri pada dua unit strategis PT PLN (Persero) pada September hingga Desember 2025. Fokus kegiatan berada pada penguatan akurasi akuisisi data lapangan, pengolahan data geospasial presisi tinggi, serta pengembangan sistem monitoring berbasis WebGIS untuk proyek transmisi tenaga listrik sebagai bagian dari dukungan terhadap implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Kegiatan ini sekaligus merefleksikan implementasi SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis praktik industri yang relevan dengan kebutuhan sektor strategis nasional.
Sebagaimana diketahui, RUPTL 2025–2034 menargetkan penguatan sistem kelistrikan nasional melalui pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk yang terintegrasi antarwilayah. Dalam konteks tersebut, kebutuhan akan data spasial yang akurat, terstandar, dan mudah dimonitor menjadi komponen penting dalam pengendalian proyek. Pemanfaatan teknologi geospasial dalam kegiatan ini juga mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), khususnya dalam penguatan infrastruktur energi yang andal dan berbasis inovasi digital.
Penguatan Akuisisi Data dan Pengembangan Dashboard RITAMAP di UIP Jawa Bagian Tengah
Di UIP Jawa Bagian Tengah, kegiatan magang diarahkan untuk mendukung penguatan sistem monitoring proyek transmisi yang menjadi bagian dari implementasi RUPTL 2025–2034. Sebagaimana tertuang dalam dokumen tersebut, pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk memegang peran strategis dalam memperkuat interkoneksi sistem kelistrikan nasional. Dalam konteks ini, ketersediaan data geospasial yang akurat dan terintegrasi menjadi elemen penting dalam memastikan proyek berjalan sesuai perencanaan, jadwal, dan standar teknis.

Gambar 1. Dokumentasi kegiatan akuisisi data geospasial di lapangan menggunakan GNSS dan drone.
Tahapan kegiatan diawali dengan penyusunan alur kerja (workflow) akuisisi data geospasial yang terstandar, meliputi persiapan instrumen, pengamatan GNSS, pengumpulan data udara menggunakan drone, hingga proses pengolahan dan validasi. Pemanfaatan jaringan CORS SRGI sebagai referensi koreksi posisi dilakukan untuk menjamin ketelitian koordinat tapak tower dan jalur transmisi. Langkah ini penting dalam mendukung ketepatan perencanaan trase serta pengendalian pekerjaan konstruksi yang termasuk dalam target pengembangan jaringan RUPTL 2025–2034.

Gambar 2. Hasil pengolahan data foto udara, data DEM, dan data LiDAR serta perhitungan tinggi orthometrik.
Pada tahap pengolahan, dilakukan pemrosesan data rover dan base GNSS, perhitungan tinggi orthometrik, serta koreksi elevasi berdasarkan sistem referensi vertikal yang berlaku. Data citra udara diproses menggunakan DJI Terra untuk menghasilkan orthophoto, model permukaan, serta informasi topografi turunan yang mendukung verifikasi kondisi eksisting dan dokumentasi progres fisik proyek transmisi. Seluruh proses tersebut menghasilkan basis data spasial yang presisi, terstruktur, dan siap dimanfaatkan dalam sistem pengendalian proyek.

Gambar 3. Tampilan utama Dashboard RITAMAP (Repository for Integrated Tracking and Management of Projects).
Sebagai luaran utama, basis data tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam Dashboard RITAMAP (Repository for Integrated Tracking and Management of Projects). Pengembangan dashboard mencakup perancangan struktur basis data proyek transmisi, penyusunan skema atribut yang selaras dengan kebutuhan pelaporan internal, serta visualisasi progres fisik dan administratif berbasis lokasi. RITAMAP dirancang sebagai platform terpusat yang memungkinkan pemantauan status perencanaan, konstruksi, dan capaian proyek secara sistematis.

Gambar 4. Dokumentasi presentasi proyek dan hasil kegiatan kerja praktik di PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT).
Melalui implementasi dashboard ini, pengendalian proyek transmisi yang menjadi bagian dari roadmap RUPTL 2025–2034 dapat dilakukan secara lebih terukur, transparan, dan terdokumentasi. Dengan demikian, kegiatan akuisisi dan pengolahan data lapangan tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas teknis, tetapi menjadi fondasi strategis dalam mendukung transformasi digital pengelolaan proyek infrastruktur ketenagalistrikan di lingkungan UIP Jawa Bagian Tengah.
Standarisasi Data dan Pengembangan WebGIS di UIP Sumatera Bagian Selatan
Di UIP Sumatera Bagian Selatan, kegiatan magang difokuskan pada penguatan fondasi data spasial sebagai bagian dari dukungan terhadap implementasi RUPTL 2025–2034 di wilayah Sumatera bagian selatan. Mengingat RUPTL menargetkan pembangunan dan penguatan jaringan transmisi antarwilayah untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, ketersediaan data tower dan jalur transmisi yang akurat serta terstandar menjadi aspek krusial dalam pengendalian proyek.

Gambar 5. Dokumentasi kegiatan survei lapangan PLTSa Keramasan dan akuisisi data GNSS.
Tahapan awal dilakukan melalui akuisisi dan validasi data lapangan, khususnya pada koordinat tapak tower transmisi. Pengukuran menggunakan GNSS dimanfaatkan untuk memastikan kesesuaian antara data perencanaan dan kondisi aktual di lapangan. Proses ini berperan dalam meminimalkan deviasi posisi, mengurangi potensi kesalahan konstruksi, serta memastikan bahwa pembangunan infrastruktur transmisi berjalan sesuai koridor teknis yang ditetapkan dalam dokumen perencanaan RUPTL.

Gambar 6. Standarisasi data spasial dan aturan simbolisasi jaringan transmisi pada WebGIS.
Selain validasi geometrik, dilakukan pula standarisasi data pada aspek atribut dan struktur basis data. Kegiatan ini mencakup penyeragaman format penamaan tower, klasifikasi level tegangan, status survei dan konstruksi, serta penyusunan skema simbolisasi spasial yang konsisten. Standarisasi tersebut bertujuan untuk menjamin interoperabilitas data antarproyek yang tersebar di berbagai provinsi dalam lingkup UIP Sumbagsel, sehingga pelaporan dan evaluasi capaian pembangunan jaringan transmisi dapat dilakukan secara lebih sistematis dan terintegrasi sesuai roadmap RUPTL 2025–2034.

Gambar 7. Tampilan utama WebGIS PLN Tower Progress Monitoring.
Sebagai luaran utama kegiatan, dikembangkan sistem PLN Tower Progress Monitoring berbasis WebGIS. Sistem ini dirancang untuk menyajikan informasi progres pembangunan tower secara spasial berdasarkan tahapan pekerjaan, mulai dari survei, pembebasan lahan, konstruksi pondasi, erection, hingga penyelesaian akhir. Pengembangan dilakukan melalui perancangan struktur database spasial, relasi tabel atribut, skema pembaruan data, serta integrasi layanan berbasis web agar sistem dapat diakses secara terpusat.

Gambar 8. Dokumentasi presentasi proyek dan hasil kegiatan kerja praktik di PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan (UIP Sumbagsel).
WebGIS ini memungkinkan visualisasi progres proyek secara real-time berbasis lokasi, sehingga memudahkan identifikasi hambatan, pemantauan distribusi pekerjaan, dan pengambilan keputusan berbasis data. Dengan demikian, kegiatan standarisasi dan pengembangan WebGIS tidak hanya menghasilkan platform digital semata, tetapi menjadi instrumen pengendalian proyek transmisi yang mendukung pencapaian target pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sebagaimana ditetapkan dalam RUPTL 2025–2034 di wilayah Sumatera bagian selatan.
Mendukung Implementasi RUPTL 2025–2034
Secara keseluruhan, kegiatan magang di dua regional ini berkontribusi langsung terhadap penguatan sistem informasi proyek transmisi yang menjadi bagian penting dalam implementasi RUPTL 2025–2034. Integrasi akuisisi data GNSS presisi tinggi, pengolahan fotogrametri berbasis drone, koreksi tinggi orthometrik, standarisasi struktur dan atribut basis data, serta pengembangan dashboard dan WebGIS menjadi fondasi teknis dalam mendukung pengendalian proyek yang lebih terukur dan berbasis lokasi.
Pengembangan Dashboard RITAMAP di UIP Jawa Bagian Tengah dan WebGIS PLN Tower Progress Monitoring di UIP Sumatera Bagian Selatan menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berada pada tataran kebijakan, tetapi juga diimplementasikan melalui sistem monitoring yang terintegrasi, terdokumentasi, dan dapat diperbarui secara berkelanjutan. Sistem tersebut mendukung proses evaluasi progres, identifikasi kendala lapangan, serta pengambilan keputusan berbasis data dalam pembangunan jaringan transmisi yang menjadi prioritas RUPTL 2025–2034.
Kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi dan industri energi nasional ini sekaligus mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui sinergi pengembangan kompetensi sumber daya manusia dan penguatan sistem informasi proyek strategis. Melalui pengalaman ini, mahasiswi tidak hanya memperoleh pemahaman komprehensif mengenai manajemen data transmisi dan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendukung percepatan pembangunan jaringan listrik nasional secara lebih akurat, sistematis, dan berkelanjutan.
Kontak:
Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis
Departemen Teknologi Kebumian
Sekolah Vokasi UGM
Email: str-sig.sv@ugm.ac.id
Telepon: (0274) 551255 ; +6285740262040
Website: sig.sv.ugm.ac.id