
Selama periode Senin, 25 Mei 2026 hingga Kamis, 25 Juni 2026, Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis (SIG), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Ujian Responsi Praktikum Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Ujian ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi pembelajaran praktikum yang mengukur penguasaan teori, keterampilan teknis, kemampuan analisis, serta kompetensi mahasiswa dalam menghasilkan produk dan solusi berbasis geospasial.
Ujian responsi dilaksanakan dalam berbagai bentuk sesuai karakteristik mata kuliah, mulai dari wawancara, praktik langsung, demonstrasi perangkat lunak, hingga presentasi hasil proyek. Melalui mekanisme tersebut, mahasiswa tidak hanya diuji pada aspek penguasaan teori, tetapi juga kemampuan analisis, pemecahan masalah, komunikasi ilmiah, dan penyusunan produk geospasial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun industri.

Pada semester 2, mahasiswa mengikuti responsi untuk mata kuliah Praktikum Interpretasi Citra Penginderaan Jauh (ICPJ), Praktikum Teknologi Informasi (TI), Praktikum Pemrograman Geospasial Desktop (PGD), dan Praktikum SIG Manipulasi Data (SIGMD). Mata kuliah ini berfokus pada penguatan kompetensi dasar geospasial, mulai dari interpretasi citra, pengolahan data spasial, hingga pengembangan kemampuan pemrograman dan pengelolaan basis data geospasial.

Sementara itu, mahasiswa semester 4 mengikuti ujian responsi pada mata kuliah Praktikum Visualisasi Data Spasial (VDS), Praktikum Penanganan Data Spasial (PDS), Praktikum Pemrograman Geospasial Web Lanjut (PGWEBL), Praktikum Statistik Spasial (SS), dan Praktikum Sains Data Geospasial (SDG). Berbagai mata kuliah tersebut menekankan kemampuan analisis data spasial tingkat lanjut, pengembangan aplikasi web geospasial, visualisasi data, hingga pemanfaatan metode statistik dan sains data untuk menghasilkan informasi yang lebih komprehensif dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Pada semester 6, ujian responsi dilaksanakan dalam bentuk presentasi proyek akhir praktikum yang dikembangkan secara mandiri oleh mahasiswa. Mata kuliah yang diujikan meliputi Praktikum Aplikasi SIG untuk Sosial, Ekonomi, dan Bisnis; Praktikum Aplikasi SIG untuk Transportasi dan Logistik; Praktikum Aplikasi SIG untuk Ekologi dan Lingkungan; Praktikum Aplikasi SIG untuk Pertanian dan Kehutanan; serta Praktikum Aplikasi SIG untuk Kebencanaan.

Berbagai proyek yang dihasilkan mahasiswa menunjukkan luasnya penerapan teknologi geospasial dalam menjawab beragam isu pembangunan. Pada bidang sosial, ekonomi, dan bisnis, mahasiswa mengembangkan analisis spasial terkait aksesibilitas layanan publik, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, pengembangan bisnis, logistik, hingga perencanaan fasilitas perkotaan. Berbagai pendekatan seperti Exploratory Spatial Data Analysis (ESDA), Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA), kernel density estimation, serta analisis hotspot digunakan untuk menghasilkan informasi spasial yang mendukung perencanaan wilayah dan pengambilan keputusan berbasis data.

Pada bidang ekologi dan lingkungan, mahasiswa mengembangkan berbagai kajian berbasis data oseanografi dan penginderaan jauh untuk memahami dinamika ekosistem perairan. Proyek yang dilakukan mencakup analisis fenomena penaikan massa air laut (upwelling) dan arus pusaran (eddy), perubahan suhu dan salinitas laut, distribusi nutrien, produktivitas primer, hingga sebaran epipelagic micronekton pada periode puncak monsoon. Mahasiswa juga menganalisis keterkaitan antarparameter oseanografi untuk mengidentifikasi habitat potensial sumber daya perikanan serta menyusun estimasi wilayah habitat berdasarkan integrasi berbagai variabel lingkungan laut. Melalui pendekatan spasial dan temporal, mahasiswa mengevaluasi hubungan antara proses oseanografi, produktivitas perairan, dan potensi sumber daya hayati sehingga menghasilkan informasi yang dapat mendukung pengelolaan ekosistem laut dan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.

Di bidang kebencanaan, mahasiswa menghasilkan berbagai kajian mengenai pemetaan kerawanan banjir dan longsor, pemetaan area terdampak bencana menggunakan data penginderaan jauh, analisis tingkat keparahan kebakaran hutan, hingga evaluasi pemulihan pascabencana berbasis teknologi geospasial. Pemanfaatan data satelit, Sistem Informasi Geografis, Google Earth Engine, serta metode analisis multi-parameter menunjukkan bagaimana teknologi geospasial dapat mendukung upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana secara lebih efektif.

Melalui proses ujian responsi ini, mahasiswa tidak hanya menunjukkan penguasaan perangkat dan metode analisis geospasial, tetapi juga kemampuan menghasilkan solusi berbasis data untuk berbagai tantangan pembangunan. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan implementasi pendidikan vokasi yang menekankan keseimbangan antara teori dan praktik guna menghasilkan lulusan yang siap menghadapi kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi geospasial.
Beragam proyek yang dihasilkan mahasiswa juga menunjukkan kontribusi ilmu geospasial terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain peningkatan kualitas pendidikan melalui pembelajaran berbasis proyek dan praktik (SDG 4), penguatan inovasi dan infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi geospasial dan sains data (SDG 9), pembangunan kota dan permukiman yang lebih berkelanjutan melalui analisis perkotaan dan layanan publik (SDG 11), pengelolaan ekosistem laut dan sumber daya perikanan yang berkelanjutan melalui kajian oseanografi dan habitat perairan (SDG 14), serta penguatan ketangguhan terhadap bencana dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik (SDG 13). Melalui berbagai karya yang dipresentasikan, mahasiswa menunjukkan bagaimana teknologi geospasial dapat berperan sebagai alat pendukung pengambilan keputusan yang berbasis data, terukur, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Kontak:
Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis
Departemen Teknologi Kebumian
Sekolah Vokasi UGM
Email: str-sig.sv@ugm.ac.id
Telepon: (0274) 551255 ; +6285740262040
Website: sig.sv.ugm.ac.id
